jump to navigation

Obama Sempat Dites Flu Babi Usai Kunjungi Meksiko Mei 1, 2009

Posted by dewsnet in Kesehatan.
add a comment

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dikabarkan sempat mendapat pengecekan dari kemungkinan terinfeksi virus flu babi. Hal itu terjadi setelah Obama mengunjungi Meksiko, negara asal mula flu tersebut seminggu yang lalu.

Perihal pengecekan kesehatan Obama itu diungkapkan penasehat senior Gedung Putih, Valerie Jarrett, dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN. Obama negatif mengidap virus flu yang telah merenggut puluhan nyawa di Meksiko itu.

“Dia (Obama) baik-baik saja,” kata Jarrett seperti dilaporkan AFP, Minggu (26/4/2009).

Tidak ada keterangan lebih lanjut seputar diperiksanya Obama ini. Akan tetapi kasus flu babi yang juga ditemukan di AS mendapat perhatian besar dari presiden AS ke 44 tersebut.

Setidaknya, ditemukan 10 kasus flu babi di AS.

“Ini menjadi perhatian yang cukup besar bagi Gedung Putih dan pemerintah AS,” kata Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs.

“Presiden akan memberikan pengarahan secara teratur,” cetus Gibbs

Ulasan Lengkap Swine Flu Atau Flu Babi April 29, 2009

Posted by dewsnet in Kesehatan.
add a comment
foto berita artikel 

Apa itu flu babi?
Flu babi atau yang dikenal dengan nama swine flu, merupakan penyakit pernafasan yang telah menyerang babi, yang disebabkan oleh virus influenza tipe A (H1N1), bukan H5N1 seperti di flu burung. Flu babi, seperti yang disebutkan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dapat menyebar dari manusia satu ke manusia lainnya, sehingga tidak secara langsung manusia mendapatkannya.

Keberadaan flu babi muncul kembali tersiar di akhir bulan Maret dan awal April 2009, dengan kasus infeksi manusia pertamanya dilaporkan ada di Meksiko, California Selatan dan dekat San Antonio, Texas. Sebanyak 149 orang di Meksiko telah tewas. Sedangkan di Texas mengkonfirmasi terdapat 6 kasus flu babi, dan California mendapat 11 orang yang meninggal karena flu babi ini. Sementara World Health Organization (WHO) kemudian menetapkan kasus flu babi ini dalam standard peringatan dari level 3 ke level 4, yang mengindikasikan adanya peningkatan resiko tertularnya virus berbahaya ini secara global.

Bagaimana tanda orang terkena flu babi?
Tandanya sama seperti orang yang terkena flu biasa, termasuk demam, batuk, radang tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, tubuh menggigil, dan mudah lelah. Beberapa yang dilaporkan, penderita flu babi juga menderita diare dan muntah-muntah. Di masa lalu, beberapa penyakit seperti pneumonia dan gagal pernafasan, juga kematian, menurut CDC, juga sebagai akibat dari flu babi, Seperti flu musiman, flu babi juga dapat menyebabkan penambahan kondisi medis yang kronis.

Berapa lama virus H1N1 ini dapat bertahan di luar tubuh?
Beberapa virus dan bakteri dapat hidup selama 2 jam atau lebih di permukaan seperti meja kafe, pegangan pintu, kursi, dan sebagainya. Frekuensi mencuci tangan yang lebih sering akan membantu mengurangi kemungkinan kontaminasi dari flu babi ini.

Bagaimana penyebaran flu babi ini?
Penyebaran virus influenza A (H1N1) penyebab flu babi ini menyebar dengan cara yang sama dengan penyebaran flu musiman. Virus ini menyebar dari person satu ke person lainnya, dapat melalui batuk atau bersin. Seringkali orang terinfeksi juga dengan cara bersentuhan dengan sesuatu yang terkena infeksi virus flu babi, atau menyentuh mata, mulut atau hidung dari orang yang menderita flu babi. Penyebaran juga dapat dilakukan dari permukaan meja yang terkena nafas orang terinfeksi flu babi, atau menyentuh mulut, hidung, mata, sebelum mencuci tangan. Orang atau anak-anak yang terinfeksi memiliki kemungkinan untuk menyebarkan infeksi flu babi dalam 1 hari sebelum sindrom berkembang, dan kemudian mengalami sakit selama 7 hari atau lebih. Hal ini berarti, Anda masih dapat menyebarkan virus tersebut ke orang lain, sebelum Anda sendiri sakit, dan orang yang tertular akan sakit sama seperti Anda.

Bisakah flu babi menular melalui makanan?
Tidak. Menurut CDC, virus influenza flu babi ini tidak menular melalui makanan. Anda tidak akan mendapatkan infeksi flu babi ini hanya karena makan daging babi, lemak babi, atau produk makanan berbahan babi lainnya. Anda masih aman dengan makan daging babi dan produk makanan berbahan babi lainnya yang tentunya sudah dimasak matang dan dengan peralatan makan yang bersih.

Seberapa seriuskah infeksi virus babi?
Antara tahun 2005 hingga Januari 2009, 12 orang penderita flu babi di U.S. telah terdeteksi, namun tidak meninggal. Namun, infeksi flu babi ini bisa serius. Di News Jersey tahun 1976, virus flu babi ini telah memberikan penyakit serius ke lebih dari 200 orang dan beberapa lainnya meninggal.

Apakah ada vaksin untuk mengobati penderita flu babi?
Menurut CDC, vaksin untuk flu babi belum ada. Namun, CDC dan WHO berencana akan membuat vaksin, dan memerlukan waktu produksi selama beberapa bulan. CDC juga mengatakan bahwa penderita dapat meminum obat antiviral seperti yang diminum penderita flu burung, yakni flu Tamiflu atau Relenza, namun tidak dengan dua obat tersebut sekaligus. Obat tersebut akan efektif paling lama 48 jam.

Bagaimana cara mencegah infeksi flu babi?
Menurut CDC, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Hal terpenting, cuci tangan Anda dengan bersih, menggunakan sabun dan air atau pembersih tangan beralkohol, khususnya setelah Anda bersin atau batuk, ataupun setelah menyentuh babi
  • Tetap menjaga kesehatan dengan tidur cukup
  • Aktif berolahraga fisik
  • Mengendalikan pikiran agar tidak stress
  • Minum banyak air
  • Makan makanan yang bernutrisi
  • Usahakan untuk tidak bersentuhan tangan, mulut, hidung atau mata atau apapun yang mungkin telah terkontaminasi dengan virus flu babi
  • Usahakan untuk menjaga jarak atau tidak berhubungan dekat dengan orang yang menderita flu babi
  • Tutuplah mulut dan hidung dengan tisu ketika Anda bersin atau batuk, dan buanglah tisu setelah menggunakannya
  • Pergi ke dokter jika sudah terkena virus flu babi ini
  • Jika Anda sudah terkena virus ini, CDC menyarankan untuk tetap tinggal di rumah, dan usahakan untuk tidak bekerja atau sekolah dulu, untuk menjaga jarak dengan orang yang belum terinfeksi.

Bagaimana penyebaran flu babi di Indonesia?
Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan virus flu babi agak sulit untuk berpotensi menyebar di wilayah tropis seperti Indonesia. Pemerintah juga akan mengawasi lalu lintas manusia di airport dan pelabuhan, dengan menggunakan pemindai panas badan (thermal scanning), sehingga petugas bandara atau pelabuhan bisa memantau orang yang diduga mengidap virus flu babi. Selain itu, untuk sementara, impor daging babi atau daging lain yang berpotensi membawa virus flu babi dilarang pemerintah. Pemerintah juga akan meneliti peternakan babi di Indonesia. Walaupun begitu, Departemen Kesehatan mengaku masih memiliki banyak stok obat antiviral Tamiflu untuk mengantisipasi flu babi. (dari berbagai sumber)

 

Menangkal Rasa Sakit Menjelang Haid April 19, 2009

Posted by dewsnet in Kesehatan.
add a comment
    Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami sindrom pra-menstruasi alias PMS (pre-menstruation syndrome). Gejalanya sangat beragam dan acap kali berbeda antara penderita yang satu dengan yang lain. Ada empat tipe PMS yang masing-masing memiliki gejalanya sendiri. PMS Anda termasuk tipe yang mana? Simak pula diet tepat untuk mencegah sindrom yang menjengkelkan ini.

Setiap menjelang haid, selalu saja Murti merasa pusing dan gampang marah. Sampai-sampai pekerjaan kantornya terganggu kalau ia sedang didera gejala-gejala yang menjengkelkan itu. Yang lebih membuat dongkol, teman-temannya jarang merasakan gejala demikian.Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 – 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS. Pertama, wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima). Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum). Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 – 45 tahun). Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).

Kelima, diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS). Keenam, kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS. Ketujuh, kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).

Tipe dan gejalanya
Tipe PMS bermacam-macam. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. Delapan puluh persen gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.

Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri. PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema(pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

PMS tipe D(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari selururh tipe PMS benar-benar murni tipe D.

PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.

Ada pula kram perut
Pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan, banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS.

Kram pada waktu haid atau nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang hebat, atau dinamakan dismenorea, sangat mengganggu aktivitas wanita, bahkan acap kali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari.

Dismenorea memang bukan PMS. Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengen PMS yang mulai terasa 10 – 14 hari sebelum haid. Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau dismenorea membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.

Untuk mengatasi PMS, biasanya dokter memberikan pengobatan diuretika untuk mengatasi retensi cairan atau edema (pembengkakan) pada kaki dan tangan. Pemberian hormon progesteron dosis kecil dapat dilakukan selama 8 – 10 hari sebelum haid untuk mengimbangi kelebihan relatif estrogen. Pemberian hormon testosteron dalam bentuk methiltestosteron sebagai tablet isap dapat pula diberikan untuk mengurangi kelebihan estrogen. (Dr. Elvina Karyadi, MSc, ahli gizi Masyarakat-SEAMEO Tropmed UI)